Menpar Apresiasi 10 Desa Peraih Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan 2025

Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan 2025 menjadi tonggak penting dalam pengembangan pariwisata Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing global. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) secara resmi memberikan apresiasi kepada 10 desa wisata terbaik yang berhasil meraih sertifikasi tersebut sebagai bagian dari strategi nasional pariwisata berkelanjutan.

Penghargaan ini diumumkan langsung oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam Jumpa Pers Akhir Tahun Kementerian Pariwisata 2025 yang berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta.

Program ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong desa wisata berkelanjutan, memperkuat ekonomi lokal, melestarikan budaya, dan menjaga lingkungan secara berimbang.

Komitmen Kemenpar dalam Pengembangan Desa Wisata Berkelanjutan

Pengembangan desa wisata berkelanjutan merupakan salah satu prioritas utama Kementerian Pariwisata. Melalui program sertifikasi ini, pemerintah memastikan bahwa desa wisata tidak hanya berkembang sebagai destinasi unggulan, tetapi juga dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa sertifikasi ini adalah langkah strategis agar desa wisata Indonesia dapat naik kelas, memiliki standar mutu yang jelas, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan adalah langkah penting untuk memastikan desa wisata di Indonesia dikelola dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan, pelestarian budaya, dan pemberdayaan masyarakat setempat,” ujar Menpar Widiyanti.

Pernyataan ini menegaskan bahwa pembangunan pariwisata tidak hanya berorientasi pada jumlah kunjungan, tetapi juga pada kualitas dampak yang dirasakan masyarakat desa.

Apa Itu Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan?

Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan adalah proses penilaian resmi terhadap kualitas pengelolaan desa wisata berdasarkan prinsip pariwisata berkelanjutan. Sertifikasi ini mengacu pada:

  • Peraturan Menteri Parekraf Nomor 9 Tahun 2021
  • Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan
  • Indikator ekonomi, sosial-budaya, dan lingkungan

Proses sertifikasi dilakukan melalui mekanisme audit independen oleh Lembaga Sertifikasi Produk Indonesia Sustainable Tourism Council (LS Pr-ISTC) yang bernaung di bawah Kementerian Pariwisata.

Desa wisata yang disertifikasi umumnya telah berstatus maju atau mandiri, memiliki rekam jejak prestasi, serta menunjukkan komitmen nyata terhadap prinsip keberlanjutan.

Kolaborasi Kemenpar dan BCA Dorong Desa Wisata Berkualitas

Keberhasilan program Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan 2025 tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, khususnya dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Melalui dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR), BCA turut berperan aktif dalam mendukung enam desa wisata yang berhasil memperoleh sertifikasi.

Direktur BCA Antonius Widodo Mulyono menegaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan menciptakan pariwisata yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Daftar 10 Desa Peraih Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan 2025

Desa Wisata Tersertifikasi Melalui Program Kemenpar

Empat desa wisata berikut berhasil memperoleh sertifikasi langsung melalui program Kementerian Pariwisata:

  • Desa Wisata Wanurejo – Kabupaten Magelang, Jawa Tengah
  • Desa Wisata Krebet – Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Desa Wisata Les – Kabupaten Buleleng, Bali
  • Desa Wisata Senaru – Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat

Keempat desa ini dikenal memiliki tata kelola wisata yang baik, pelibatan masyarakat lokal yang kuat, serta konsistensi dalam menjaga lingkungan dan budaya.

Desa Wisata Tersertifikasi Melalui Program CSR BCA

Enam desa wisata lainnya memperoleh sertifikasi melalui dukungan CSR dari BCA, yaitu:

  • Desa Wisata Dayun – Kabupaten Siak, Riau
  • Desa Wisata Kreatif Terong – Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung
  • Desa Wisata Tamansari – Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur
  • Desa Wisata Pentingsari – Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta
  • Desa Wisata Taro – Kabupaten Gianyar, Bali
  • Desa Wisata Bilebante – Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat

Keenam desa ini dinilai berhasil mengembangkan pariwisata berbasis komunitas dengan pendekatan inovatif dan berkelanjutan.

Peran Desa Wisata dalam Mendukung SDGs

Program Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek:

  • Pengentasan kemiskinan
  • Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi
  • Pelestarian budaya lokal
  • Perlindungan lingkungan
  • Pembangunan desa berkelanjutan

Desa wisata menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat identitas budaya daerah.

Dampak Positif Sertifikasi bagi Desa Wisata

Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan memberikan berbagai manfaat strategis, antara lain:

  • Meningkatkan kepercayaan wisatawan
  • Memperkuat branding desa wisata
  • Mendorong standar pelayanan yang lebih baik
  • Memastikan keberlanjutan lingkungan
  • Memberdayakan masyarakat desa secara langsung

Dengan sertifikasi ini, desa wisata diharapkan mampu menjadi contoh praktik pariwisata berkelanjutan di Indonesia.

FAQ: Pertanyaan Seputar Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan

  • Apa itu Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan?
    Sertifikasi resmi dari Kemenpar yang menilai kualitas pengelolaan desa wisata berdasarkan prinsip keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan.
  • Siapa yang melakukan penilaian sertifikasi?
    Penilaian dilakukan oleh LS Pr-ISTC, lembaga sertifikasi di bawah naungan Kementerian Pariwisata.
  • Apa manfaat sertifikasi bagi desa wisata?
    Meningkatkan kualitas pengelolaan, daya saing, kepercayaan wisatawan, serta kesejahteraan masyarakat desa.
  • Apakah semua desa wisata bisa mengikuti sertifikasi?
    Umumnya desa wisata berstatus maju atau mandiri serta memiliki kesiapan tata kelola yang baik.
  • Bagaimana wisatawan mendukung desa wisata berkelanjutan?
    Dengan berkunjung secara bertanggung jawab, menghargai budaya lokal, dan memilih destinasi desa wisata yang tersertifikasi.

Ringkasan Akhir

Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan 2025 menjadi bukti nyata komitmen Kementerian Pariwisata dalam membangun pariwisata Indonesia yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. Apresiasi kepada 10 desa wisata tersertifikasi menunjukkan bahwa kolaborasi pemerintah, swasta, dan masyarakat mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang berdaya saing global.

Dengan sertifikasi ini, desa wisata tidak hanya menjadi destinasi unggulan, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan. Saatnya wisatawan ikut berperan dengan memilih destinasi desa wisata yang bertanggung jawab.

Ayo Jelajahi Desa Wisata Indonesia

Indonesia memiliki ribuan desa wisata dengan keunikan dan daya tarik masing-masing. Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan menjadi jaminan bahwa pengalaman wisata yang ditawarkan tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bertanggung jawab.

Temukan pesona alam, budaya lokal, dan keramahan masyarakat desa yang siap menyambut Anda dengan pengalaman wisata tak terlupakan.

🌿 Untuk asakan langsung pengalaman wisata desa yang autentik dan berkelanjutan di desawisatakarangmangu.com 🌿

Sumber: https://kemenpar.go.id/berita/siaran-pers-menpar-apresiasi-10-desa-peraih-sertifikasi-desa-wisata-berkelanjutan-2025

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top