Peluncuran Tujuh Desa Wisata Baru di Subang: Perpaduan Alam, Budaya Sunda, dan Atraksi Seni Balet Kontemporer

Kabupaten Subang kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah strategis pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Jawa Barat. Hal ini ditandai dengan Pre-Event Launching tujuh desa wisata baru di Kabupaten Subang, yang berlangsung meriah di Lapangan Sepak Bola Desa Rawalele, Kecamatan Dawuan, pada Sabtu, 13 Desember 2025.

Acara bergengsi ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat, Iendra Sofyan, bersama jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pelaku pariwisata, dan warga dari tujuh desa yang resmi diperkenalkan sebagai desa wisata unggulan baru.

Peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam penguatan desa wisata Subang sekaligus bagian dari strategi besar pengembangan pariwisata berkelanjutan Jawa Barat yang menitikberatkan pada kearifan lokal, ekonomi kreatif, dan pelestarian budaya.

Tujuh Desa Wisata Baru Subang yang Resmi Diperkenalkan

Dalam kegiatan Pre-Event Launching ini, tujuh desa wisata yang diperkenalkan secara resmi meliputi:

  • Desa Sukasari

  • Desa Situsari

  • Desa Margasari

  • Desa Rawalele

  • Desa Jambelaer

  • Desa Curug Agung

Ketujuh desa ini diharapkan menjadi destinasi unggulan baru Kabupaten Subang, dengan karakter dan potensi yang berbeda-beda, namun saling melengkapi dalam satu ekosistem pariwisata desa.

Setiap desa menawarkan kombinasi unik antara keindahan alam, kekayaan budaya Sunda, dan kearifan lokal, mulai dari bentang alam pedesaan, kawasan pertanian produktif, potensi air terjun, hingga tradisi seni yang masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Konsep Pengembangan Desa Wisata Berbasis Alam dan Budaya

Pengembangan tujuh desa wisata di Subang ini mengusung konsep pariwisata berbasis masyarakat (community based tourism). Fokus utamanya adalah menjadikan masyarakat desa sebagai pelaku utama, bukan sekadar penonton.

Beberapa sektor unggulan yang dikembangkan meliputi:

  • Agrowisata, seperti wisata sawah, kebun, dan hasil pertanian lokal

  • Kuliner khas daerah, berbasis resep tradisional dan produk UMKM desa

  • Atraksi seni dan budaya Sunda, termasuk seni tari, musik tradisional, hingga seni pertunjukan kontemporer

  • Wisata edukasi dan budaya, yang mengangkat nilai-nilai lokal kepada generasi muda dan wisatawan

Pendekatan ini sejalan dengan visi pemerintah dalam menjadikan desa wisata sebagai penggerak ekonomi kreatif lokal, sekaligus sarana pelestarian budaya daerah.

Rangkaian Acara Meriah: Gowes to Dewi hingga Atraksi Seni Balet

Rangkaian acara Pre-Event Launching tujuh desa wisata Subang dikemas secara atraktif dan partisipatif. Kegiatan dibuka dengan sepeda santai bertajuk “Gowes to Dewi” (Goes to Desa Wisata) yang melibatkan masyarakat, komunitas sepeda, dan tamu undangan.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga dan silaturahmi, tetapi juga simbol perjalanan menuju desa wisata sebagai masa depan pariwisata Subang.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan atraksi seni budaya dari perwakilan tujuh desa. Setiap desa menampilkan kekhasan seni masing-masing, mulai dari tari tradisional Sunda, musik daerah, hingga pertunjukan kolaboratif yang memadukan unsur tradisional dan modern.

Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah atraksi seni balet kontemporer bernuansa Sunda, yang memadukan teknik dasar balet dengan gerak tari tradisional Jawa Barat. Unsur balet ini menjadi simbol inovasi seni desa, menunjukkan bahwa budaya lokal dapat bertransformasi secara kreatif tanpa kehilangan identitasnya.

Gerak balet yang anggun dipadukan dengan musik tradisional Sunda menghadirkan pengalaman visual yang unik dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Sebagai penutup, acara dimeriahkan dengan pertunjukan Bajidoran, yang disambut antusias oleh masyarakat. Pertunjukan ini menjadi simbol kegembiraan dan semangat baru Subang dalam memajukan pariwisata desa.

Dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk Desa Wisata Subang

Dalam sambutannya, Kepala Disparbud Jawa Barat, Iendra Sofyan, menyampaikan bahwa kehadiran tujuh desa wisata baru ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat posisi Subang sebagai destinasi unggulan di Jawa Barat.

Menurutnya, Subang memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa, sehingga pengembangan desa wisata menjadi pilihan tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif.

“Subang merupakan wilayah yang dianugrahi kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Kehadiran tujuh desa wisata baru ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat Subang sebagai salah satu destinasi unggulan Jawa Barat. Program ini bukan hanya menghadirkan destinasi wisata baru, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat, ekonomi kreatif, serta pelestarian budaya lokal,” ujar Iendra Sofyan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan desa wisata melalui pendampingan, promosi, dan penguatan kapasitas SDM pariwisata desa.

Dampak Positif Desa Wisata bagi Masyarakat Lokal

Pengembangan desa wisata di Kabupaten Subang diharapkan membawa dampak positif jangka panjang, di antaranya:

  • Meningkatkan pendapatan masyarakat desa melalui sektor pariwisata

  • Menciptakan lapangan kerja baru, terutama bagi generasi muda

  • Menghidupkan kembali seni dan budaya lokal, termasuk inovasi seni seperti balet kontemporer berbasis tradisi

  • Mendorong tumbuhnya UMKM desa, khususnya kuliner dan kerajinan

  • Menjaga kelestarian lingkungan dan budaya, melalui konsep wisata berkelanjutan

Dengan pengelolaan yang baik, desa wisata tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga ruang belajar dan kolaborasi antara budaya, alam, dan kreativitas masyarakat.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

  • Apa saja desa wisata baru yang diluncurkan di Subang?
    Desa wisata baru yang diluncurkan meliputi Desa Sukasari, Situsari, Margasari, Rawalele, Jambelaer, dan Curug Agung.
  • Apa keunggulan desa wisata di Kabupaten Subang?
    Keunggulannya terletak pada perpaduan alam pedesaan, budaya Sunda yang autentik, kuliner khas daerah, serta inovasi seni seperti atraksi balet kontemporer bernuansa lokal.
  • Apa itu Gowes to Dewi?
    Gowes to Dewi adalah kegiatan sepeda santai bertema “Goes to Desa Wisata” yang menjadi bagian dari rangkaian peluncuran desa wisata Subang.
  • Mengapa unsur balet ditampilkan dalam acara ini?
    Unsur balet ditampilkan sebagai bentuk inovasi seni, memadukan tari balet modern dengan gerak tradisional Sunda untuk menarik minat generasi muda dan wisatawan.
  • Bagaimana dampak desa wisata bagi masyarakat?
    Desa wisata mendorong pemberdayaan masyarakat, meningkatkan ekonomi lokal, melestarikan budaya, dan membuka peluang usaha berbasis desa.

Ringkasan Akhir

Peluncuran tujuh desa wisata baru di Kabupaten Subang menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dan masyarakat dalam membangun pariwisata berkelanjutan berbasis desa. Melalui perpaduan keindahan alam, kekayaan budaya Sunda, kuliner khas, dan inovasi seni seperti balet kontemporer, Subang semakin siap bersaing sebagai destinasi unggulan Jawa Barat.

Dengan dukungan pemerintah, partisipasi aktif masyarakat, dan pengelolaan yang berkelanjutan, desa wisata Subang tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi, pelestarian budaya, dan kreativitas lokal yang berdaya saing tinggi di masa depan.

Untuk pengalaman wisata asyik kunjungi desawisatakarangmangu.com 

Sumber: https://rri.co.id/wisata/2044856/subang-luncurkan-7-desa-wisata-baru-perkuat-jabar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top