Desa Wisata Edukasi Gerabah Resmi Diluncurkan di Festival Bengawan 2

Festival Bengawan Tatap Landas 2025 kembali menjadi pusat perhatian masyarakat Tuban dan sekitarnya. Gelaran budaya yang berlangsung di Lapangan Kembang Wijaya, Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Sabtu (6/12), menghadirkan perpaduan tradisi, seni, dan inovasi lokal. Tahun ini, acara tersebut tidak hanya menampilkan ritual khas dan pameran seni, tetapi juga menandai momen bersejarah dengan peresmian Desa Wisata Edukasi Gerabah, sebuah destinasi baru yang dirancang untuk memperkuat ekosistem budaya dan ekonomi kreatif berbasis gerabah di Tuban.

Festival Bengawan 2025: Perayaan Budaya yang Menghidupkan Tradisi Gerabah

Festival Bengawan adalah kolaborasi antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur dan DPRD Provinsi Jawa Timur, yang tahun ini memasuki penyelenggaraan kedua. Kegiatan ini dirancang untuk merawat budaya lokal dan membuka ruang partisipasi masyarakat.

Pada gelaran tahun 2025, sejumlah agenda utama menjadi sorotan, antara lain:

  • Ritual Tatap Landas, bagian dari tradisi masyarakat setempat
  • Penyerahan penghargaan kepada 50 seniman Tuban
  • Pameran karya mewarnai gerabah oleh siswa TK dan RA
  • Peresmian Desa Wisata Edukasi Gerabah Ngadirejo

Penekanan festival pada gerabah bukan tanpa alasan. Kecamatan Rengel dikenal memiliki tradisi gerabah yang kuat dan menjadi identitas budaya turun-temurun masyarakatnya.

Penguatan Tradisi Sejak Dini: Pesan dari Camat Rengel

Camat Rengel, Eko Wardono, menegaskan bahwa Festival Bengawan 2025 memainkan peran penting dalam menjaga kesinambungan tradisi gerabah. Menurutnya, pelibatan anak-anak dalam kegiatan seni gerabah adalah langkah strategis untuk memastikan generasi muda memahami warisan budaya leluhur.

Beliau menyampaikan bahwa pengenalan gerabah bukan hanya soal ketrampilan membuat benda seni, tetapi juga pemahaman mengenai nilai sejarah, kreativitas, dan identitas masyarakat Rengel. Ia mengapresiasi dukungan Pemkab Tuban, terutama melalui pelatihan keramik untuk para perajin yang diadakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian.

Camat Eko menutup sambutannya dengan harapan agar momentum festival mempererat hubungan masyarakat dan membawa keberkahan bagi semua pihak yang terlibat.

Peran Pemerintah Provinsi: Menjaga Warisan Budaya Takbenda Tuban

Perwakilan Disbudpar Provinsi Jawa Timur, Lesli Citra Pertiwi, menekankan bahwa Festival Bengawan merupakan bukti nyata kolaborasi antara pemerintah provinsi dan DPRD. Ia menyoroti kekayaan budaya Kecamatan Rengel, termasuk hadirnya sejumlah Warisan Budaya Takbenda (WBTb) dari Kabupaten Tuban.

Salah satu WBTb yang mendapat perhatian khusus adalah Batik Tenun Gedog, yang ditetapkan sebagai warisan budaya pada tahun ini. Selain itu, partisipasi anak-anak dalam kegiatan seni gerabah dinilai sebagai langkah positif untuk pewarisan budaya ke generasi muda.

Lesli juga mengapresiasi dedikasi seniman dan komunitas lokal yang terus berperan aktif menjaga ekosistem seni di Tuban. Ia mengingatkan pentingnya pelibatan masyarakat dalam pelestarian budaya: tanpa partisipasi aktif, budaya sulit bertahan di tengah perkembangan zaman.

Inisiator Festival Bengawan: Mengangkat Potensi Lokal dan Mendorong Ekonomi Kreatif

Aulia Hani Mustikasari, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur sekaligus inisiator Festival Bengawan jilid kedua, menyampaikan bahwa festival ini menjadi wujud nyata “uri-uri budaya” atau merawat budaya lokal. Ia menilai festival tersebut berhasil mengangkat potensi Desa Ngadirejo dan Kecamatan Rengel sebagai pusat kreativitas gerabah.

Hani mengapresiasi pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan Pemkab Tuban yang terus membangun kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, festival ini sejalan dengan program One Village One Product (OVOP), yang bertujuan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui produk khas desa.

Dukungan Disnakerin Tuban dalam pemberdayaan perajin turut diapresiasi. Pendampingan produk, peningkatan keterampilan, hingga pembinaan desain dan pemasaran diyakini akan memperkuat daya saing gerabah Rengel.

Hani berharap kerja sama ini terus berkembang sehingga potensi budaya Rengel dikenal lebih luas, tidak hanya sebagai warisan, tetapi juga sebagai peluang ekonomi bagi masyarakat.

Peresmian Desa Wisata Edukasi Gerabah: Tonggak Baru Wisata Budaya Tuban

Puncak acara Festival Bengawan 2025 adalah peluncuran Desa Wisata Edukasi Gerabah yang dilakukan oleh Aulia Hani bersama para undangan. Peresmian dilakukan melalui simbolisasi pemukulan bedug, menandai dibukanya destinasi wisata edukatif yang diharapkan menjadi pusat pembelajaran bagi pelajar, wisatawan, dan masyarakat umum.

Tujuan dan Manfaat Desa Wisata Edukasi Gerabah

Peluncuran ini bertujuan untuk:

  • menghadirkan sarana edukasi mengenai proses pembuatan gerabah,
  • mendorong pelestarian budaya lokal,
  • membuka ruang interaksi antara perajin dan pengunjung,
  • meningkatkan ekonomi desa melalui pariwisata kreatif,
  • memperkuat identitas budaya Tuban di tingkat regional dan nasional.

Sebagai desa wisata, Ngadirejo berpotensi menjadi pusat pelatihan, workshop, dan pameran gerabah yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga menjadi tempat riset dan pembelajaran budaya bagi generasi muda.

FAQ — Festival Bengawan & Desa Wisata Edukasi Gerabah

 

  • Apa itu Festival Bengawan Tatap Landas?

    Festival Bengawan Tatap Landas adalah kegiatan budaya tahunan di Kabupaten Tuban yang menampilkan tradisi, seni, penghargaan seniman, serta pameran karya masyarakat dan pelajar.

  • Apa tujuan peresmian Desa Wisata Edukasi Gerabah?

    Tujuannya untuk melestarikan tradisi gerabah, menyediakan ruang edukasi bagi masyarakat, dan memperkuat ekonomi kreatif desa melalui wisata berbasis budaya.

  • Siapa saja pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan festival?

    Disbudpar Provinsi Jawa Timur, DPRD Provinsi Jawa Timur, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, Pemkab Tuban, seniman lokal, komunitas budaya, serta masyarakat Ngadirejo dan Rengel.

  • Mengapa gerabah menjadi fokus utama festival?

    Karena gerabah merupakan identitas budaya Rengel dan bagian penting dari sejarah kreatif masyarakat Tuban.

  • Apa manfaat desa wisata bagi masyarakat?

    Desa wisata akan menciptakan peluang usaha, membuka lapangan kerja, memperkuat promosi budaya, serta meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pariwisata.

Ringkasan Akhir

Festival Bengawan Tatap Landas 2025 menjadi panggung utama pelestarian budaya Tuban, khususnya tradisi gerabah yang menjadi identitas masyarakat Rengel. Melalui kolaborasi pemerintah, DPRD, seniman, dan masyarakat, festival ini tidak hanya merayakan seni tetapi juga menghadirkan inovasi penting: peresmian Desa Wisata Edukasi Gerabah Ngadirejo.

Destinasi baru ini diharapkan menjadi pusat edukasi dan kreativitas yang mampu menghubungkan generasi muda dengan warisan budaya leluhur, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi desa melalui pariwisata kreatif. Dengan dukungan berkelanjutan, potensi budaya Rengel diyakini semakin dikenal dan memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Untuk pengalaman wisata asyik kunjungi desawisatakarangmangu.com 

Sumber: https://www.tubankab.go.id/entry/desa-wisata-edukasi-gerabah-diresmikan-dalam-gelaran-festival-bengawan-2 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top