
Wisata Tirta Agung di Desa Sukosari Kidul, Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso pernah menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan yang melintas menuju kawasan Kawah Ijen. Dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), tempat ini dikenal memiliki kolam renang air alami, panorama pegunungan, serta fasilitas wisata keluarga yang cukup lengkap.
Namun dalam beberapa waktu terakhir, kondisi destinasi wisata desa ini mengalami penurunan akibat berbagai faktor. Mulai dari bencana alam hingga menurunnya jumlah pengunjung pascapandemi. Meski demikian, harapan untuk menghidupkan kembali wisata Tirta Agung masih terbuka. Pemerintah desa dan Pokdarwis kini mulai melakukan berbagai perbaikan fasilitas agar destinasi tersebut dapat kembali beroperasi.
Artikel ini mengulas kondisi terkini wisata Tirta Agung, penyebab penurunannya, serta rencana kebangkitan kembali destinasi wisata desa tersebut.
Wisata Tirta Agung, Destinasi Andalan Desa Sukosari Kidul
Wisata Tirta Agung mulai dibangun pada tahun 2018 oleh masyarakat Desa Sukosari Kidul melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Destinasi ini kemudian secara resmi dibuka untuk umum pada tahun 2019.
Sejak awal berdiri, tempat wisata ini berhasil menarik perhatian wisatawan karena menawarkan konsep wisata alam yang sederhana namun menarik. Kolam renang dengan sumber air alami menjadi daya tarik utama bagi pengunjung, terutama wisata keluarga yang ingin menikmati suasana alam pegunungan.
Selain kolam renang, pengelola juga menyediakan beberapa fasilitas pendukung seperti:
- Gazebo untuk bersantai
- Area kuliner dan kafe
- Spot foto dengan panorama alam
- Kolam ikan
- Area duduk untuk menikmati pemandangan
Lokasinya yang berada di jalur menuju kawasan wisata Kawah Ijen juga menjadi keuntungan tersendiri. Banyak wisatawan yang singgah untuk beristirahat atau menikmati suasana sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi utama.
Tidak heran jika pada masa awal operasionalnya, Tirta Agung menjadi salah satu destinasi wisata desa yang cukup ramai dikunjungi.
Desa Sukosari Kidul Pernah Raih Prestasi di ADWI
Perkembangan wisata Tirta Agung turut berkontribusi pada kemajuan pariwisata di Desa Sukosari Kidul. Hal ini terbukti ketika desa tersebut berhasil meraih prestasi dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.
Pada ajang tersebut, Desa Sukosari Kidul berhasil meraih posisi desa terbaik kedua, sebuah pencapaian yang cukup membanggakan bagi masyarakat setempat.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa potensi wisata desa yang dikelola masyarakat mampu berkembang jika didukung oleh kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, serta kelompok pengelola wisata.
Kondisi Wisata Tirta Agung Kini Memprihatinkan
Meski pernah berjaya, kondisi wisata Tirta Agung saat ini mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Beberapa fasilitas di area wisata dilaporkan mengalami kerusakan dan terbengkalai. Hal ini diketahui setelah sejumlah warga membagikan kondisi terbaru lokasi wisata tersebut melalui media sosial.
Beberapa kerusakan yang terlihat antara lain:
- Keramik kolam renang yang banyak mengelupas
- Kolam ikan yang dipenuhi tumbuhan liar
- Gazebo yang rusak akibat cuaca
- Beberapa area wisata yang tidak terawat
Kondisi ini tentu berbeda jauh dengan situasi sebelumnya ketika tempat tersebut masih ramai pengunjung dan terawat dengan baik.
Wisata Tirta Agung Tutup Sementara Selama 7 Bulan
Ketua Pokdarwis Tirta Agung, Fadil Susanto, menjelaskan bahwa destinasi wisata tersebut memang sudah tidak beroperasi selama sekitar tujuh bulan terakhir.
Penutupan sementara ini terjadi karena berbagai faktor, salah satunya adalah bencana alam yang sering melanda wilayah tersebut.
Beberapa kejadian seperti:
- Banjir
- Angin kencang
menyebabkan sejumlah fasilitas wisata mengalami kerusakan sehingga tidak dapat digunakan.
Selain faktor alam, dampak dari pandemi Covid-19 juga membuat jumlah pengunjung menurun drastis.
Setelah pandemi, tingkat kunjungan wisatawan tidak kembali seperti sebelumnya. Hal ini membuat pengelola kesulitan melakukan perawatan dan perbaikan fasilitas secara optimal.
Dampak Penurunan Wisata Terhadap Warga
Penurunan aktivitas wisata Tirta Agung juga berdampak langsung pada masyarakat sekitar.
Sebelumnya, tempat wisata ini menjadi sumber penghasilan bagi sejumlah warga desa. Setidaknya ada 19 orang pekerja yang terlibat dalam operasional wisata tersebut.
Beberapa pekerjaan yang tersedia di antaranya:
- Petugas tiket masuk
- Petugas kebersihan
- Pelayan di kafe Kala Senja
- Pengelola fasilitas wisata
Sebagian besar pekerja tersebut merupakan pemuda desa yang aktif mengelola wisata Tirta Agung.
Namun ketika wisata tidak lagi beroperasi, banyak dari mereka yang akhirnya memilih mencari pekerjaan di luar desa untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Upaya Perbaikan Mulai Dilakukan
Meski sempat terhenti, pengelola wisata bersama Pemerintah Desa Sukosari Kidul tidak tinggal diam. Berbagai upaya perbaikan kini mulai dilakukan secara bertahap.
Salah satu perbaikan yang sudah selesai adalah gazebo yang sebelumnya rusak.
Jika sebelumnya gazebo dibuat dari bambu, kini materialnya diganti dengan kayu yang lebih kuat dan tahan lama.
Selain itu, gazebo utama yang biasa digunakan untuk rapat atau pertemuan juga telah diperbaiki.
Bangunan tersebut kini dibuat menjadi bangunan permanen, menggantikan struktur lama yang berbahan bambu.
Menurut pengelola, proses perbaikan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia.
Rencana Pembukaan Kembali Wisata Tirta Agung
Pengelola wisata Tirta Agung sebenarnya menargetkan pembukaan kembali destinasi tersebut pada April 2025.
Namun hingga saat ini, beberapa fasilitas masih dalam proses perbaikan sehingga pembukaan kembali masih menunggu kesiapan seluruh area wisata.
Salah satu fasilitas yang masih diperbaiki adalah kafe dan spot foto Kala Senja, yang sebelumnya menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung.
Pengelola berharap perbaikan ini dapat segera selesai sehingga wisata Tirta Agung dapat kembali menerima wisatawan seperti sebelumnya.
Kehadiran kembali destinasi ini diharapkan tidak hanya menghidupkan kembali pariwisata desa, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Pentingnya Pengelolaan Wisata Desa Berkelanjutan
Kasus yang dialami wisata Tirta Agung menjadi contoh bahwa pengelolaan wisata desa memerlukan strategi yang berkelanjutan.
Beberapa hal yang penting diperhatikan dalam pengembangan wisata desa antara lain:
- Perawatan fasilitas secara berkala
- Pengelolaan keuangan yang baik
- Diversifikasi atraksi wisata
- Promosi digital yang konsisten
- Keterlibatan aktif masyarakat
Dengan pengelolaan yang tepat, destinasi wisata desa tidak hanya menjadi tempat rekreasi tetapi juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.
Jelajahi Inspirasi Wisata Desa Lainnya
Bagi Anda yang tertarik merasakan pengalaman wisata pedesaan yang unik dan menyenangkan, Anda juga bisa mengunjungi berbagai destinasi wisata desa lainnya di Indonesia.
Salah satunya adalah Desa Wisata Karangmangu yang menawarkan berbagai aktivitas wisata berbasis budaya dan alam.
Untuk pengalaman wisata desa yang seru dan berkesan, kunjungi situs berikut:
desawisatakarangmangu.com
Di sana Anda bisa menemukan informasi menarik tentang kegiatan wisata desa, potensi budaya lokal, serta pengalaman wisata yang tidak kalah menarik dari destinasi wisata populer lainnya.
FAQ Wisata Tirta Agung Sukosari Kidul
- Apa itu Wisata Tirta Agung?
Wisata Tirta Agung adalah destinasi wisata desa yang terletak di Desa Sukosari Kidul, Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso. Tempat ini menawarkan kolam renang dengan air alami serta panorama alam pegunungan. - Kapan Wisata Tirta Agung dibangun?
Wisata Tirta Agung mulai dibangun pada tahun 2018 dan resmi dibuka untuk umum pada 2019. - Mengapa Wisata Tirta Agung sempat tutup?
Destinasi ini tutup sementara karena beberapa faktor, seperti kerusakan fasilitas akibat banjir dan angin kencang, serta penurunan jumlah pengunjung setelah pandemi Covid-19. - Berapa jumlah pekerja yang sebelumnya bekerja di wisata Tirta Agung?
Sebelumnya terdapat sekitar 19 pekerja yang mengelola berbagai aktivitas wisata, mulai dari petugas tiket hingga pelayan kafe. - Kapan Wisata Tirta Agung akan dibuka kembali?
Pengelola menargetkan pembukaan kembali wisata Tirta Agung setelah proses perbaikan fasilitas selesai, termasuk kafe dan spot foto Kala Senja.
Ringkasan
Wisata Tirta Agung di Desa Sukosari Kidul, Bondowoso pernah menjadi destinasi wisata desa yang cukup populer, terutama bagi wisatawan yang melintas menuju Kawah Ijen. Dengan kolam renang air alami, fasilitas wisata keluarga, serta panorama alam yang indah, tempat ini sempat ramai dikunjungi wisatawan.
Namun dalam beberapa waktu terakhir, destinasi ini mengalami penurunan akibat kerusakan fasilitas yang dipicu oleh bencana alam serta menurunnya jumlah pengunjung pascapandemi.
Meski demikian, harapan untuk kebangkitan wisata Tirta Agung masih terbuka. Pemerintah desa bersama Pokdarwis mulai melakukan berbagai perbaikan fasilitas agar destinasi ini dapat kembali beroperasi dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan wisata desa membutuhkan komitmen jangka panjang agar dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Jika Anda ingin merasakan pengalaman wisata desa yang menarik, jangan lupa juga mengunjungi desawisatakarangmangu.com untuk menemukan berbagai inspirasi wisata pedesaan yang seru dan autentik.
