Kunjungan Wisata Jawa Timur 2025 Tembus 79 Juta: Desa Wisata dan Wisata Alam Jadi Primadona Baru

Pariwisata Jawa Timur (Jatim) menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat positif sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur, jumlah kunjungan wisatawan secara kumulatif meningkat signifikan dari sekitar 78 juta kunjungan menjadi lebih dari 79 juta kunjungan. Kenaikan ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor pariwisata Jatim semakin diminati, baik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

Salah satu faktor utama pendorong peningkatan kunjungan wisata tersebut adalah munculnya destinasi wisata baru berbasis alam dan desa wisata yang menawarkan pengalaman autentik, berkelanjutan, serta dekat dengan kearifan lokal. Tren ini sejalan dengan perubahan preferensi wisatawan yang kini lebih mengutamakan kualitas pengalaman dibanding sekadar popularitas destinasi.

Pergeseran Tren Wisata: Dari Mass Tourism ke Desa Wisata

Wisata Alam dan Kearifan Lokal Jadi Daya Tarik Utama

Kepala Disbudpar Jawa Timur, Evy Afianasari, mengungkapkan bahwa tren pariwisata saat ini mengalami pergeseran signifikan. Wisatawan mulai meninggalkan pola wisata massal dan beralih ke destinasi alternatif yang lebih alami dan bernilai budaya.

“Saat ini wisatawan semakin melirik desa wisata dan destinasi alternatif berbasis alam,” ujar Evy, Senin (11/1).

Fenomena ini tidak hanya terjadi di Jawa Timur, tetapi juga menjadi bagian dari tren global pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism). Wisata berbasis desa dianggap mampu memberikan pengalaman yang lebih personal, edukatif, serta berdampak langsung pada perekonomian masyarakat setempat.

Desa Wisata Sebagai Motor Pemerataan Pariwisata

Pengembangan desa wisata di Jawa Timur dinilai strategis karena:

  • Mengurangi ketimpangan kunjungan wisata yang selama ini terpusat di destinasi tertentu
  • Memberikan peluang ekonomi langsung bagi masyarakat desa
  • Melestarikan budaya, tradisi, dan lingkungan lokal
  • Mendorong kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku UMKM

Dengan semakin banyaknya desa wisata yang dikelola secara profesional, Jawa Timur kini memiliki alternatif destinasi yang kaya akan nilai edukasi dan pengalaman autentik.

Wisatawan Mancanegara Masih Tertarik Destinasi Ikonik

Bromo dan Tumpak Sewu Tetap Jadi Favorit Wisman

Untuk segmen wisatawan mancanegara, destinasi ikonik Jawa Timur masih menjadi magnet utama. Gunung Bromo dengan panorama matahari terbitnya dan Air Terjun Tumpak Sewu yang dikenal sebagai “Niagara-nya Indonesia” tetap mendominasi pilihan wisatawan asing.

Keindahan alam, aksesibilitas yang semakin baik, serta promosi internasional menjadi faktor kuat yang menjaga eksistensi destinasi ini di mata dunia.

Destinasi Baru Mulai Dilirik Wisatawan Asing

Menariknya, pada tahun 2025 mulai muncul destinasi baru yang menarik perhatian wisatawan mancanegara, antara lain:

  • Teras Semeru: destinasi dengan lanskap pegunungan yang memadukan wisata alam dan edukasi lingkungan.
  • Taman Nasional Baluran: dikenal sebagai “Africa van Java” dengan savana luas dan keanekaragaman satwa liar.

“Teras Semeru dan Taman Nasional Baluran menjadi destinasi baru yang cukup diminati wisatawan mancanegara tahun lalu,” jelas Evy.

Hal ini menunjukkan bahwa wisatawan asing tidak hanya tertarik pada destinasi populer, tetapi juga terbuka terhadap alternatif wisata alam yang unik dan berkarakter.

Lonjakan Wisatawan Nusantara Didominasi Desa Wisata

Wisatawan Domestik Lebih Eksploratif

Berbeda dengan wisatawan mancanegara, lonjakan terbesar justru datang dari wisatawan Nusantara (wisnus). Masyarakat Indonesia kini semakin gemar mengeksplorasi destinasi baru, khususnya desa wisata yang menawarkan suasana tenang, aktivitas budaya, serta kuliner khas daerah.

Beberapa desa wisata di Jawa Timur bahkan berhasil masuk dalam daftar tujuan favorit baru wisatawan domestik.

Desa Wisata Favorit di Jawa Timur 2025

Menurut Disbudpar Jatim, dua desa wisata berikut menjadi destinasi yang paling banyak dikunjungi wisatawan domestik:

  • Desa Wisata Mejono Ronjong, Kabupaten Kediri
    Dikenal dengan potensi budaya, pertanian, serta aktivitas wisata berbasis masyarakat.
  • Desa Wisata Sidomulyo, Kota Batu
    Populer sebagai desa bunga dengan keindahan alam, agrowisata, dan edukasi hortikultura.

“Untuk wisatawan domestik, Desa Wisata Mejono Ronjong di Kabupaten Kediri dan Desa Wisata Sidomulyo di Kota Batu menjadi destinasi yang banyak dikunjungi,” ungkap Evy.

Keberhasilan desa wisata ini menjadi bukti bahwa pengelolaan yang baik dan partisipasi aktif masyarakat mampu menciptakan destinasi wisata yang berdaya saing tinggi.

Peran Pemerintah dalam Mendorong Pariwisata Jawa Timur

Promosi, Aksesibilitas, dan Keamanan Jadi Kunci

Evy Afianasari menegaskan bahwa meningkatnya minat wisatawan terhadap destinasi baru tidak terjadi secara instan. Hal tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, antara lain:

  • Penguatan promosi pariwisata melalui media digital dan event nasional
  • Peningkatan konektivitas transportasi, baik darat, laut, maupun udara
  • Menjaga keamanan dan kenyamanan kawasan wisata, terutama saat musim liburan

“Pariwisata Jawa Timur dikenal aman dan nyaman. Itu yang terus kami jaga, terutama saat puncak libur dengan pemantauan langsung di destinasi,” pungkasnya.

Dengan ekosistem pariwisata yang semakin matang, Jawa Timur optimistis mampu mempertahankan bahkan meningkatkan jumlah kunjungan wisata di tahun-tahun mendatang.

Peluang Besar Bagi Desa Wisata di Masa Depan

Tren positif ini menjadi peluang besar bagi desa-desa di Jawa Timur untuk mengembangkan potensi wisata lokal. Desa wisata tidak hanya menjadi destinasi liburan, tetapi juga sarana edukasi, pelestarian budaya, dan penggerak ekonomi desa.

Jika dikelola secara berkelanjutan, desa wisata dapat menjadi tulang punggung pariwisata Jawa Timur di masa depan.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

  • Apa faktor utama peningkatan kunjungan wisata Jawa Timur 2025?
    Faktor utamanya adalah munculnya destinasi wisata baru berbasis alam dan desa wisata, serta meningkatnya minat wisatawan terhadap pengalaman autentik dan kearifan lokal.
  • Berapa jumlah kunjungan wisatawan ke Jawa Timur pada 2025?
    Jumlah kunjungan wisatawan mencapai lebih dari 79 juta kunjungan, meningkat dari sekitar 78 juta pada periode sebelumnya.
  • Destinasi apa saja yang diminati wisatawan mancanegara?
    Selain Gunung Bromo dan Air Terjun Tumpak Sewu, wisatawan mancanegara mulai melirik Teras Semeru dan Taman Nasional Baluran.
  • Desa wisata apa yang populer di kalangan wisatawan domestik?
    Desa Wisata Mejono Ronjong (Kediri) dan Sidomulyo (Kota Batu) menjadi destinasi favorit wisatawan Nusantara.
  • Mengapa desa wisata semakin diminati?
    Karena menawarkan pengalaman unik, interaksi langsung dengan masyarakat lokal, suasana alam yang asri, serta mendukung pariwisata berkelanjutan.

Ringkasan Akhir

Pariwisata Jawa Timur sepanjang 2025 menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan dengan jumlah kunjungan menembus 79 juta. Pergeseran minat wisatawan ke desa wisata dan wisata alam menjadi faktor utama peningkatan tersebut. Baik wisatawan domestik maupun mancanegara kini semakin terbuka terhadap destinasi alternatif yang menawarkan pengalaman autentik, aman, dan nyaman.

Dengan dukungan promosi, infrastruktur, serta pengelolaan yang berkelanjutan, desa wisata berpotensi menjadi ikon baru pariwisata Jawa Timur. Bagi Anda yang ingin merasakan langsung pesona wisata desa yang asyik dan berkesan, jangan lewatkan untuk mengunjungi desawisatakarangmangu.com.

Sumber: https://radarsurabaya.jawapos.com/jatim/777060561/desa-wisata-dan-destinasi-alam-masih-jadi-favorit-wisatawan-saat-berkunjung-ke-jatim

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top