
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Pemkab Mabar) terus memperkuat pengembangan desa wisata sebagai bagian dari strategi pemerataan pariwisata di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satu fokus utama adalah pengembangan Desa Wisata Watu Tiri, yang memiliki daya tarik unggulan berupa Pantai Mberenang, destinasi bahari dengan panorama alam yang unik dan potensi budaya lokal yang kuat.
Desa Wisata Watu Tiri diharapkan mampu menjadi alternatif wisata unggulan selain Taman Nasional Komodo (TNK), sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat.
Komitmen Pemerintah Daerah dalam Pengembangan Desa Wisata
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menunjukkan komitmen serius dalam mendukung sektor pariwisata daerah. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Manggarai Barat, Stefanus Jemsifori, saat peluncuran resmi Desa Wisata Watu Tiri di Kecamatan Lembor Selatan.
Menurutnya, pengembangan desa wisata merupakan langkah strategis untuk menciptakan pemerataan ekonomi sekaligus mengurangi ketergantungan wisatawan pada satu destinasi utama. Dengan mengembangkan desa wisata, potensi alam dan budaya yang tersebar di wilayah Manggarai Barat dapat dioptimalkan secara berkelanjutan.
Lokasi dan Aksesibilitas Desa Wisata Watu Tiri
Desa Wisata Watu Tiri terletak sekitar 82 kilometer dari pusat pariwisata Labuan Bajo. Waktu tempuh menuju desa ini sekitar 1 jam 45 menit menggunakan kendaraan bermotor. Akses jalan yang semakin baik menjadikan desa ini relatif mudah dijangkau oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.
Lokasi strategis Desa Watu Tiri juga menjadi nilai tambah karena berada di jalur menuju destinasi wisata budaya terkenal, yakni Wae Rebo. Hal ini membuka peluang besar bagi desa untuk menjadi titik singgah wisatawan yang ingin menjelajahi daratan Manggarai Barat.
Daya Tarik Pantai Mberenang sebagai Wisata Bahari Unggulan
Pantai Mberenang merupakan atraksi utama Desa Wisata Watu Tiri. Pantai ini menawarkan bentangan pasir yang luas, laut Sawu yang indah, serta lanskap perbukitan yang memanjakan mata. Salah satu ikon unik pantai ini adalah batu besar berbentuk kapal yang menjadi daya tarik visual dan spot fotografi favorit pengunjung.
Selain keindahan alam, Pantai Mberenang juga memiliki potensi budaya Manggarai yang masih terjaga. Wisatawan dapat menikmati suasana desa yang autentik sekaligus mengenal tradisi dan kehidupan masyarakat lokal.
Pengembangan Infrastruktur Destinasi Wisata
Untuk mendukung kenyamanan wisatawan, Pemkab Manggarai Barat telah melakukan berbagai penataan infrastruktur di kawasan Pantai Mberenang. Beberapa fasilitas yang telah dibangun antara lain area parkir, gedung Tourist Information Center (TIC), jalan akses menuju pantai, pengaman pantai, elevated deck, toilet umum, gazebo, serta area khusus bagi pelaku UMKM.
Keberadaan fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui aktivitas usaha masyarakat.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Fasmadewi
Pengembangan Desa Wisata Watu Tiri tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada peningkatan kapasitas masyarakat. Pemkab Manggarai Barat melaksanakan program Fasilitasi Masyarakat Desa Wisata (Fasmadewi) selama 10 bulan sepanjang tahun 2025.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan desa wisata berkelanjutan, pelayanan wisata, pelestarian lingkungan, serta pengembangan produk lokal. Dengan pendampingan ini, masyarakat diharapkan mampu menjadi pelaku utama dalam pengelolaan pariwisata desa.
Potensi Budaya dan Produk UMKM Lokal
Desa Wisata Watu Tiri juga memiliki potensi budaya Manggarai yang kuat. Tradisi lokal, nilai-nilai adat, serta kearifan masyarakat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang mencari pengalaman wisata berbasis budaya.
Selain itu, desa ini mengembangkan berbagai produk UMKM berbahan dasar sorgum. Produk-produk lokal tersebut tidak hanya menjadi oleh-oleh khas, tetapi juga menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat desa.
Strategi Pemerataan Kunjungan Wisatawan di Manggarai Barat
Pemkab Manggarai Barat mendorong pengembangan desa wisata sebagai strategi pemerataan kunjungan wisatawan. Berdasarkan data tahun 2020–2023, sekitar 80 persen wisatawan yang datang ke Labuan Bajo terpusat di Taman Nasional Komodo.
Melalui pengembangan desa wisata seperti Watu Tiri, pemerintah daerah berharap wisatawan tidak hanya menikmati wisata laut, tetapi juga menjelajahi destinasi daratan yang menawarkan keindahan alam dan budaya yang tak kalah menarik.
Peran Masyarakat dalam Menjaga Keberlanjutan Desa Wisata
Keberlanjutan Desa Wisata Watu Tiri sangat bergantung pada peran aktif masyarakat, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Pemerintah daerah berperan sebagai pendamping dan fasilitator, sementara pengelolaan sehari-hari berada di tangan masyarakat.
Kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan, kebersihan pantai, serta kelestarian budaya menjadi kunci utama agar desa wisata dapat berkembang dalam jangka panjang.
Harapan Pemerintah Desa terhadap Dampak Ekonomi Wisata
Kepala Desa Watu Tiri, Stendly Dugis, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemkab Manggarai Barat dalam pengembangan pariwisata desa. Ia berharap kehadiran desa wisata tidak hanya menjadi destinasi biasa, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Pengembangan pariwisata desa diharapkan dapat membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan warga, serta mendorong tumbuhnya pariwisata berkelanjutan yang berakar pada nilai-nilai lokal.
FAQ (Frequently Asked Questions)
- Di mana lokasi Desa Wisata Watu Tiri?
Desa Wisata Watu Tiri berada di Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. - Apa daya tarik utama Desa Wisata Watu Tiri?
Daya tarik utamanya adalah Pantai Mberenang dengan panorama laut Sawu, batu ikonik berbentuk kapal, serta potensi budaya Manggarai. - Apakah Desa Wisata Watu Tiri sudah memiliki fasilitas wisata?
Ya, desa ini telah dilengkapi area parkir, TIC, toilet, gazebo, elevated deck, dan area UMKM. - Bagaimana peran masyarakat dalam pengelolaan desa wisata?
Masyarakat berperan sebagai pengelola utama melalui Pokdarwis dengan pendampingan dari pemerintah daerah. - Mengapa desa wisata penting bagi pariwisata Labuan Bajo?
Desa wisata membantu pemerataan kunjungan wisatawan dan mengurangi ketergantungan pada Taman Nasional Komodo.
Ringkasan Akhir
Desa Wisata Watu Tiri menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan di kawasan DPSP Labuan Bajo. Dengan daya tarik Pantai Mberenang, dukungan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat melalui program Fasmadewi, serta penguatan UMKM lokal, desa ini memiliki potensi besar sebagai destinasi bahari unggulan.
Melalui pengembangan desa wisata, pariwisata tidak hanya berpusat di laut, tetapi juga menyebar ke daratan, memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang lebih merata. Konsep ini sejalan dengan semangat pariwisata berkelanjutan yang mengutamakan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan.
Untuk pengalaman wisata desa yang asyik, edukatif, dan berkelanjutan, kunjungi desawisatakarangmangu.com dan temukan inspirasi destinasi wisata berbasis alam dan budaya.
