
Pengakuan Regional untuk Desa Wisata Kampung Prai Ijing Tebara
Desa Wisata Kampung Prai Ijing Tebara di Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengukuhkan reputasinya sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan keberlanjutan. Desa yang berdiri di kawasan perbukitan ini berhasil meraih ASEAN Sustainable Tourism Award pada ajang ASEAN Tourism Awards (ATA) 2026 yang digelar dalam rangkaian ASEAN Tourism Forum (ATF) di Cebu, Filipina.
Penghargaan tersebut diberikan pada kategori Rural Product, yang menilai keberhasilan desa dalam mengembangkan pariwisata pedesaan berbasis kearifan lokal. Desa Wisata Kampung Prai Ijing Tebara dinilai mampu menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya, pengalaman wisata otentik, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Capaian ini memperkuat posisi Desa Wisata Kampung Prai Ijing Tebara sebagai contoh nyata desa wisata berkelanjutan Indonesia yang mampu bersaing di tingkat regional ASEAN.
Desa Bakti BCA dan Penguatan Ekosistem Wisata Berkelanjutan
Kesuksesan Desa Wisata Kampung Prai Ijing Tebara tidak lepas dari pendampingan berkelanjutan melalui program Desa Bakti BCA. Program ini berfokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan tata kelola desa wisata, serta perluasan akses pasar bagi produk lokal.
Pendampingan tersebut membantu desa membangun ekosistem wisata yang berkelanjutan — tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memastikan manfaat ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat.
Program Desa Bakti BCA sendiri telah menjangkau puluhan desa wisata di Indonesia, menjadi model kolaborasi antara sektor swasta dan komunitas lokal dalam mengembangkan pariwisata yang berkualitas.
Keunikan Budaya yang Menjadi Daya Tarik Wisata
Salah satu kekuatan utama Desa Wisata Kampung Prai Ijing Tebara adalah kekayaan budaya yang masih hidup dan dijaga oleh masyarakat. Desa ini dikenal dengan:
- Arsitektur rumah adat khas Sumba
- Tradisi spiritual Marapu
- Kerajinan tenun Sumba bernilai tinggi
Aktivitas menenun menjadi pengalaman wisata budaya yang autentik. Wisatawan dapat melihat langsung proses pembuatan kain, memahami makna simboliknya, hingga membeli produk sebagai cendera mata.
Lebih dari sekadar atraksi wisata, tenun Sumba menjadi sumber penghidupan utama warga. Inilah contoh nyata bagaimana pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi lokal.
Model Pariwisata Berbasis Komunitas
Desa Wisata Kampung Prai Ijing Tebara mengembangkan pendekatan community-based tourism, di mana masyarakat menjadi pelaku utama pariwisata. Pendekatan ini memastikan bahwa:
- Tradisi tetap terjaga
- Lingkungan dilindungi
- Manfaat ekonomi tersebar merata
Model ini dinilai menjadi salah satu alasan utama desa meraih penghargaan ASEAN. Pengalaman wisata yang ditawarkan terasa autentik, personal, dan edukatif.
Dampak Ekonomi dan Sosial bagi Masyarakat
Pengembangan desa wisata membawa dampak nyata bagi kesejahteraan warga, antara lain:
- Peningkatan pendapatan keluarga
- Lapangan kerja lokal
- Pelestarian keterampilan tradisional
- Penguatan identitas budaya
Pariwisata tidak lagi sekadar kunjungan wisatawan, tetapi menjadi motor pembangunan sosial ekonomi yang berkelanjutan.
Desa Wisata Indonesia di Mata Dunia
Keberhasilan Desa Wisata Kampung Prai Ijing Tebara menunjukkan bahwa desa wisata Indonesia memiliki potensi besar di tingkat internasional. Penghargaan ASEAN menjadi pengakuan bahwa pendekatan berbasis budaya dan keberlanjutan adalah masa depan pariwisata.
Prestasi ini diharapkan menginspirasi desa wisata lain untuk mengembangkan potensi lokal secara kreatif, bertanggung jawab, dan berorientasi jangka panjang.
FAQ — Desa Wisata Kampung Prai Ijing Tebara
- Apa itu Desa Wisata Kampung Prai Ijing Tebara?
Desa wisata berbasis budaya di Sumba Barat yang menonjolkan arsitektur adat, tradisi Marapu, dan kerajinan tenun. - Penghargaan apa yang diraih desa ini?
ASEAN Sustainable Tourism Award 2026 kategori Rural Product. - Mengapa desa ini dianggap berkelanjutan?
Karena menggabungkan pelestarian budaya, perlindungan lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. - Apa daya tarik utama desa?
Rumah adat Sumba, ritual budaya, dan aktivitas menenun tradisional. - Siapa yang mendampingi pengembangan desa?
Program Desa Bakti BCA yang fokus pada peningkatan kapasitas dan akses pasar.
Ringkasan Akhir
Desa Wisata Kampung Prai Ijing Tebara adalah contoh kuat bagaimana budaya lokal dapat menjadi fondasi pariwisata berkelanjutan. Penghargaan ASEAN Sustainable Tourism Award 2026 menegaskan bahwa desa wisata Indonesia mampu bersaing di panggung regional.
Dengan memadukan pelestarian budaya, pemberdayaan ekonomi, dan pengalaman wisata autentik, desa ini menjadi inspirasi pengembangan pariwisata masa depan — berkelanjutan, inklusif, dan berbasis komunitas.
Ajakan Menjelajahi Pengalaman Wisata Desa
Semangat pariwisata berbasis komunitas seperti yang ditunjukkan Desa Wisata Kampung Prai Ijing Tebara juga bisa ditemukan di berbagai destinasi desa wisata Indonesia.
Dan jika Anda ingin merasakan semangat wisata desa yang serupa, jangan lupa kunjungi desawisatakarangmangu.com untuk pengalaman wisata yang menyenangkan dan bermakna.
Nikmati kehangatan budaya lokal, aktivitas khas desa, dan pengalaman yang berkesan.
Sumber: https://investor.id/national/427130/desa-wisata-prai-ijing-tebara-tembus-panggung-asean
