Desa Wisata KAJII Bantul Kembangkan Budidaya Ikan Hias, Tembus Pasar Internasional dan Siap Gelar Culture Fest 2026

Desa Wisata KAJII yang berada di wilayah Kadisoro, Gilangharjo, Pandak, Bantul, terus menunjukkan perkembangan positif sebagai destinasi wisata berbasis ekonomi kreatif dan budidaya ikan hias. Keunikan desa wisata ini bukan hanya pada konsep wisatanya, tetapi juga pada kekuatan produk unggulan yang telah menjangkau pasar mancanegara.

Berbeda dengan banyak desa wisata yang mengandalkan panorama alam atau wisata budaya semata, Desa Wisata KAJII menempatkan budidaya ikan hias sebagai daya tarik utama sekaligus mesin penggerak ekonomi masyarakat. Melalui kerja sama kelompok pembudidaya, inovasi produk, serta dukungan ekosistem pariwisata, desa ini terus memantapkan posisinya sebagai pusat ikan hias satu-satunya di DIY.

Dalam perkembangannya, Desa Wisata KAJII juga semakin aktif membangun jejaring dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan DPRD DIY, agar pengelolaan wisata dan ekonomi masyarakat dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Desa Wisata KAJII Bantul: Pusat Budidaya Ikan Hias di DIY

Desa Wisata KAJII merupakan salah satu contoh pengembangan desa wisata yang menonjolkan potensi lokal berbasis komunitas. Desa ini dikenal sebagai pusat budidaya ikan hias yang tidak hanya melayani pasar lokal, namun juga telah berhasil melakukan distribusi hingga ke luar negeri.

Pengelola Desa Wisata KAJII, Muhammad Gema Ramadhan, menjelaskan bahwa kelompok pembudidaya ikan hias di wilayahnya terdiri dari sekitar 30–50 orang. Menariknya, komposisi pelaku budidaya ini terbagi seimbang: sekitar setengah merupakan generasi muda, sementara sisanya berasal dari generasi tua.

Keterlibatan anak muda menjadi nilai tambah yang penting karena menunjukkan adanya regenerasi pelaku usaha, inovasi yang terus berjalan, serta kemampuan adaptasi terhadap tren pasar ikan hias yang sangat dinamis.

Produk Ikan Hias Desa Wisata KAJII Tembus Pasar Asia, Eropa, hingga Timur Tengah

Salah satu kekuatan utama Desa Wisata KAJII adalah kemampuan pembudidayanya dalam membaca pasar. Menurut Gema, jenis ikan hias yang dibudidayakan terus mengalami pembaruan agar sesuai dengan tren dan permintaan pasar.

Tidak mengherankan jika produk ikan hias dari Desa Wisata KAJII kini sudah menjangkau berbagai negara. Bahkan, distribusinya telah terpetakan dengan cukup jelas:

  • 50% pasar Asia
  • 30% pasar Eropa
  • 20% pasar Timur Tengah

Selain pasar internasional, Desa Wisata KAJII juga menggarap pasar domestik yang kuat, terutama di wilayah:

  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Jawa Barat

Fakta ini memperlihatkan bahwa Desa Wisata KAJII bukan sekadar destinasi wisata, namun juga sentra ekonomi desa yang produktif dan berorientasi ekspor.

Dukungan Pemerintah Dibutuhkan untuk SDM, Sarana Prasarana, dan Program Berkelanjutan

Dalam pengembangan desa wisata berbasis budidaya, tantangan yang dihadapi tentu tidak sedikit. Gema menekankan bahwa dukungan pemerintah sangat dibutuhkan, khususnya dalam:

  1. Peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia)
  2. Perbaikan dan pengadaan sarana prasarana
  3. Program pengembangan yang berkelanjutan

Ia juga menyampaikan bahwa kendala yang masih muncul antara lain terkait lingkungan, peningkatan kualitas pelaku usaha, serta kebutuhan fasilitas pendukung yang dapat menunjang kemajuan desa wisata.

Dengan adanya dukungan pemerintah, Desa Wisata KAJII diharapkan bisa semakin siap menjadi model pengembangan desa wisata yang kuat dari sisi ekonomi, wisata, dan pemberdayaan masyarakat.

Dewi Kajii Culture Fest 2026 Jadi Strategi Promosi dan Penggerak Ekonomi Warga

Sebagai langkah memperluas pengenalan Desa Wisata KAJII kepada masyarakat luas, pengelola desa wisata berencana menggelar Dewi Kajii Culture Fest untuk kedua kalinya pada September 2026.

Festival ini tidak hanya dirancang sebagai kegiatan hiburan atau seremoni promosi. Lebih dari itu, Dewi Kajii Culture Fest diposisikan sebagai:

  • ruang promosi potensi desa
  • sarana penguatan branding destinasi
  • wadah kolaborasi pelaku UMKM
  • penggerak perputaran ekonomi warga

Gema menegaskan bahwa pengembangan desa wisata tidak bisa sepenuhnya bergantung pada pemerintah. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak tetap harus dijalankan agar dampaknya lebih luas dan nyata.

DPRD DIY Siap Dukung Desa Wisata KAJII Melalui Anggaran dan Program

Dukungan juga datang dari legislatif. Ketua Komisi B DPRD DIY, Andriana Wulandari, menyampaikan kesiapan pihaknya dalam mendukung pengembangan Desa Wisata KAJII melalui kebijakan anggaran dan program kegiatan.

Dalam kunjungannya ke Desa Wisata KAJII, Andriana menegaskan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari komitmen agar ekosistem pariwisata berjalan sesuai harapan masyarakat. Terlebih, Desa Wisata KAJII memiliki karakter unik sebagai destinasi wisata yang berfokus pada ikan hias.

Ia menyampaikan bahwa pihaknya ingin mendengar langsung persoalan di lapangan. Meskipun Desa Wisata KAJII telah meraih berbagai prestasi, kebutuhan pengembangan tetap besar, terutama untuk memperkuat sistem.

Fokus Pendampingan: Perizinan UMKM, Permodalan, Promosi, hingga Akses Pasar

Menurut Andriana, dukungan kebijakan tidak hanya berbentuk penganggaran, tetapi juga pendampingan dan program yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat. Beberapa aspek yang menjadi fokus antara lain:

  • pendampingan perizinan UMKM
  • kemudahan perizinan usaha
  • akses permodalan
  • penguatan promosi destinasi
  • perluasan pangsa pasar

Langkah-langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan pengelolaan Desa Wisata KAJII berjalan lebih profesional dan terarah, sekaligus memperkuat daya saing destinasi.

Mengapa Desa Wisata KAJII Layak Jadi Contoh Pengembangan Desa Wisata?

Bagi banyak daerah, Desa Wisata KAJII dapat menjadi rujukan karena berhasil menggabungkan beberapa elemen penting sekaligus:

  • potensi lokal yang kuat (ikan hias)
  • keterlibatan komunitas masyarakat
  • regenerasi pelaku usaha (anak muda aktif)
  • orientasi pasar yang luas (lokal hingga ekspor)
  • strategi promosi melalui festival
  • dukungan ekosistem (pemerintah dan DPRD)

Dengan kata lain, Desa Wisata KAJII adalah contoh bahwa desa wisata bisa berkembang bukan hanya dari sisi destinasi, tetapi juga sebagai pusat produksi dan pemberdayaan ekonomi.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

  • Desa Wisata KAJII berada di mana?
    Desa Wisata KAJII berlokasi di Kadisoro, Gilangharjo, Pandak, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
  • Apa daya tarik utama Desa Wisata KAJII?
    Daya tarik utamanya adalah budidaya ikan hias sebagai pusat ekonomi lokal sekaligus wisata edukasi.
  • Apakah produk ikan hias dari Desa Wisata KAJII sudah ekspor?
    Ya. Produk ikan hiasnya telah menjangkau pasar internasional, dengan distribusi utama ke Asia, Eropa, dan Timur Tengah.
  • Berapa jumlah pembudidaya ikan hias di Desa Wisata KAJII?
    Kelompok pembudidaya ikan hias terdiri dari sekitar 30–50 orang, termasuk generasi muda dan generasi tua.
  • Apa itu Dewi Kajii Culture Fest?
    Dewi Kajii Culture Fest adalah festival promosi dan budaya yang digelar Desa Wisata KAJII. Rencananya, festival kedua akan dilaksanakan pada September 2026.
  • Dukungan apa yang dibutuhkan Desa Wisata KAJII?
    Dukungan yang dibutuhkan meliputi peningkatan SDM, sarana prasarana, program berkelanjutan, perizinan UMKM, permodalan, promosi, dan akses pasar.

Ringkasan Akhir

Desa Wisata KAJII Bantul terus berkembang sebagai destinasi wisata berbasis budidaya ikan hias yang kuat secara ekonomi dan berorientasi pasar global. Produk ikan hiasnya telah menembus pasar internasional dengan distribusi terbesar ke Asia, Eropa, dan Timur Tengah. Pengelola desa wisata juga aktif membangun strategi promosi melalui Dewi Kajii Culture Fest 2026, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi warga.

Dukungan dari DPRD DIY turut memperkuat langkah desa wisata ini, terutama melalui kebijakan anggaran dan program pendampingan seperti perizinan UMKM, akses permodalan, promosi, serta perluasan pasar.

Ajakan Wisata

Ingin pengalaman wisata desa yang asyik, edukatif, dan berkesan?
Kunjungi: desawisatakarangmangu.com

Sumber: https://joglonews.com/2026/01/30/budidaya-ikan-hias-desa-wisata-kajii-tembus-pasar-mancanegara/ 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top